Kamis, 15 Desember 2016

SEDIKIT CERITA TANPA IDE

Liburan selama empat hari yang lalu menyisakan cerita seru yang harusnya bisa saya tuangkan dalam tulisan, tetapi entah kenapa ide untuk menuliskannya mampet, kayak toilet di salah salah satu POM bensin yang kami singgahi dalam perjalanan.

Tidak tahu mau mulai darimana. Padahal perjalanan selama 4 hari bersama teman-teman suami yang juga pernah menjadi teman mengajarku beberapa tahun yang lalu itu menyimpan kenangan yang indah, seru, dam lucu. Teman seperjalananku itu adalah guru-guru yang heboh, sekalipun saat ini saya sudah tidak sekantor dengan mereka tetapi silaturahim kami masih terjalin baik. Mungkin karena pertemanan kami  lebih lama yaitu sejak tahun 1993 hingga 2010 dibandingkan dengan pertemanan saya dengan teman mengajar saat ini, yang notabene baru terjalin selama kurang lebih 6 tahun.


Saat rombongan kami menuju pesawat yang akan mengantarkan ke Yogyakarta, tanpa sengaja saya  membaca tulisan di dinding gedung. Tulisan itu berukuran lumayan besar dan keterangannya juga cukup besar, sehingga dapat terlihat dari jarak jauh.

KETAWA
Ketemu Sampah Wajib Diambil!

Wah… ini menyaingi jargonnya walikota Makassar, Danni Pamanto, yaitu LISA, Lihat sampah Ambil!

Saya menunjukkan tulisan itu ke teman-teman, maka mengalirlah pembicaraan yang seru seperti berikut ini.

“Eh lihat itu, kayaknya bagus juga itu jargonnya, "KETAWA" ketemu sampah wajib diambil" kataku sambil menunjuk tulisan di dinding tersebut.
“Iya dii..lebih menggelitik” jawab bu Hasma.
“Ada penekanannya, itu.. kata wajib” nimbrung bu Hijrah.
“Kalau pakai singkatan  LISA, banyakmi itu yang menjadi korban kodong, orang-orang yang bernama Lisa bisa menjadi bahan olok-olokan” kata teman lainnya.
“Bahkan ada anaknya temanku yang bernama Meilisa, biasa dipanggil lisa, gara-gara jargon itu, minta diganti namanya, hehehe….”
“Iiih ..satu ekor kambing itu tawwa
Hahaha..kami serentak tertawa.
Demikian percakapan kami saat menunggu mobil yang akan mengantarkan kami ke pesawat.

Terbersit tanya dalam hati, apakah ada pengaruh jargon itu terhadap tindakan nyata manusia?
LISA, lihat sampah ambil. Sebenarnya sangat menginspirasi dan mengajak.

Ah, saya  jadi ingat murid-murid saya. Kala saya berdiri di depan kelas, saya cukup mengatakan. “Anak-anak, lisa yah sebelum kita memulai pelajaran”.
Maka serentak mereka akan menengok ke bawah meja , melongok ke dalam laci meja , mencari sampah untuk diambil lalu di buang ke tempat sampah. Tetapi terkadang ada saja murid  yang nyeletuk “eh yang bernama LISa ji  yang disuruh”. Biasanya murid yang bicara seperti ini adalah muridku yang paling  lincah, atau  muridku yang paling kreatif.

Berarti jargon itu ampuh juga yah? Mungkin karena jargon LISA ini sudah sangat merakyat di kota Makassar.

Baiklah, selain lisa saya juga akan menggunakan jargon ketawa ini di sekolahku. KETAWA , ketemu sampah wajib diambi lalu akan diberi gambar telunjuk dan tempat sampah sehingga maknanya akan menjadi "ketemu sampah wajib diambil lalu buang ditempat sampah!"


Tunggu cerita selanjutnya, semoga mbak IDE mau bersahabat.

2 komentar:

  1. Lucu cerita ta kak 😄 asal ga beneran ketawa pas ambil samahnya ya..hihi.. Ditunggu cerita selanjutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe..kehabisan ide itu dek, makanya hanya itu yang bisa kutulis

      Hapus