Kamis, 15 Desember 2016

MENGHANTARKAN ANAK KE DALAM DUNIA LITERASI

Saat ini dunia maya adalah dunia yang sangat “sexy”, dunia yang telah menjadi candu bagi hampir semua manusia. Tua-muda, laki-laki maupun perempuan semuanya tergiur dengan dunia yang tanpa batas ini.
Dunia ini memberikan informasi yang beragam, dari informasi positif hingga informasi negatif. Dari informasi yang sengaja dicari hingga informasi yang tidak sengaja dicari tetapi muncul dan menggoda untuk dilirik.
Media sosial serupa facebook, instagram, WA, line, telegram  dan semacamnya berseliweran di dunia maya. Maka anak-anak kita yang lahir dan berkembang di zaman digital ini adalah “mangsa” yang paling empuk.
Add caption
Mereka diusianya yang masih labil akan sangat mudah ditarik masuk ke dalamnya. Sehingga kadang-kadang mereka lebih asyik bertegur sapa di media sosial dibandingkan di dunia nyata. Mereka lebih nyaman berbicara, tertawa bahkan melampiaskan uneg-unegnya di media sosialnya.
Saat belajarpun, mereka lebih mengandalkan internet, katanya ;”soal sesulit apapun bisa dijawab, cukup bekerjasama dengan om google”.
Lalu, apakah dampaknya?

Selain berdampak positif, karena anak-anak lebih mudah mendapatkan informasi, maka juga berdampak negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah anak-anak kurang suka bahkan cenderung tidak suka membaca. Karena tidak suka membaca maka dunia literasipun terasa asing bagi mereka.

Bagaimanakah mengantarkan anak ke dalam dunia literasi?
Perkenalkan buku kepada mereka sejak usia dini, misalnya: saat mendongeng, sebaiknya sambil membacakan buku. Buku cerita yang bergambar, penuh warna biasanya menarik bagi anak-anak.
 

Jangan biasakan anak-anak memainkan handpone, apalagi jika mereka masih usia balita. Kecenderungan orang tua saat ini, mereka bangga jika anak balita mereka telah pandai menggunakan handpone, seakan-akan menyiratkan bahwa anak-anaknya adalah anak yang modern, tidak ketinggalan zaman. Padahal tidak demikian adanya. Biasanya anak-anak menggunakan handpone hanya untuk bermain. Terlalu sering bermain game akan membuat anak malas membaca.

Kurangi waktunya menonton televisi. Terlalu lama menonton televisi, juga akan membuat anak-anak malas melirik buku.

Biasakan memberi hadiah buku, misalnya si anak ulang tahun atau berhasil mencapai suatu prestasi, maka buku adalah salah satu hadiah terbaik.

Jika anak melakukan pelanggaran ringan, misalnya: memecahkan perabotan dapur, terlambat bangun, terlambat mandi, maka berikan “hukuman” membuat kesimpulan dari hasil  membaca buku. (sekedar informasi, saya telah menerapkan ini ke anak bungsu saya).


Simpanlah buku, koran, majalah atau jenis bacaan lainnya di tempat yang mudah dijangkau. Simpan juga di tempat yang paling sering 

0 komentar:

Posting Komentar