Senin, 07 November 2016

MAKAN DI HOTEL? ASYIK JUGA

Kegiatan kemarin meninggalkan kesan mendalam, tempatnya di hotel. Walaupun hotelnya kecil tetapi ya..namanya tetap hotel.
Seperti biasanya kegiatan di hotel, baik musyawarah kerja, pelatihan, workshop, dan apapun itu namanya, selalu ada sesi ISOMA (istirahat, sholat dan makan).

 Nah, sesi yang ini nih…biasanya sesi yang paling ramai. Bertemu dengan seluruh peserta di ruang makan. Akan banyak karakter yang akan kita temui. Terutama jika pesertanya banyak, maka antri de …di sepanjang meja makan. Berdiri berurutan sambil memegang piring.
Ada yang sifatnya tukang nyalip, sedang asyik-asyiknya  antri berjalan selangkah demi selangkah, eh … tiba-tiba ada yang nyalip di depan tanpa rasa bersalah. Jika ditegur, “antri dong pak!” Dianya cuman nyengir tidak perduli,

Ada juga tukang tikung, sudah ikut antri sebenarnya berhubung perutnya sudah kriuk..kriuk maka dengan tangannya yang dijulurkan semaksimal mungkin maka ia menyendok makanan dari arah belakang tanpa memperdulikan orang yang antri didepannya, apakah akan terkena percikan makanan yang diambilnya atau tidak. Masa bodoh!

Si nyinyir mulai beraksi, yang seperti ini akan beraksi jika sudah pas di depan makanan. Ia sibuk mengaduk-aduk makanan sambil komentar.
“Ih .. makananannya sepertinya tidak enak” sambil menyendok makanan sepenuh sendoknya lalu dipindahkan ke piringnya. Nah lo..
“Aiii….ini ayamnya kurang matang de..” tetapi diambil juga.
“Sopnya kurang lengkap, harusnya ditambah ini dan itu” disendok lagi.

Ada juga yang masuk kategori orang rakus, semua jenis makanan yang dihidangkan diambil, ditumpuk di atas piring bagaikan gunung yang meruncing. Bahkan kadang-kadang “gunungnya” mengeluarkan lava, melumer di pinggir-pinggir piring, tumpah berceceran di lantai.

Ada juga yang terindikasi orang sombong, berdiri di depan meja sambil melongok, menaikkan bahu, muka dicemberutkan senyum-senyum sinis sambil bicara, “ah makanannya kurang mewah, yah maklumlah inikan hotel kecil?” Dia berlalu, ngeloyor ke luar hotel. Barangkali ke restoran mewah.

Karena saya termasuk orang malas antri kalau berhubungan dengan makanan, maka biasanya saya duduk dulu, cukup mengambil buah atau makanan ringan saja dahulu. Kalau di depan meja makan sudah lowong barulah saya maju, mengambil. Dan resikonya, makanan sudah habis! Hihihi

0 komentar:

Posting Komentar