Minggu, 06 November 2016

BEKERJA = KEHORMATAN



Sehari sebelum lebaran, saya menyempatkan diri ke sebuah toko untuk berbelanja bahan makanan untuk persiapan lebaran esok. setelah keluar dari toko seorang anak berusia sekitar 7 tahun datang menawarkan serbet panci. 
“Bu,serbet bu, harganya Rp.10.000 untuk 2 pasang”. Saya hanya menggeleng, pikirku di rumah masih ada serbet yang belum sempat kupakai.
“Bu, saya kurangi harganya Rp.5000,untuk 2 pasang ya bu..”. Saya tetap menggeleng.

Anak itu terus saja mengikutiku sambil menawarkan serbetnya dengan gigih, karena sedikit merasa terganggu, saya akhirnya mengeluarkan uang Rp.2000,- sambil berkata “ini untuk kamu saja saya tidak usah beli serbetmu nak”.
“Maaf bu, saya bukan pengemis, ibu saya mengajarkan untuk menjual, bekerja mencari uang dengan halal bukan mengemis”. jawab anak itu dengan muka sedikit kesal.
‘Aups… maaf nak, kalau begitu saya beli serbetmu 4 pasang yah..salam sama ibumu”. Kataku sambil menyodorkan uang Rp.20.000,. dan hendak berlalu karena merasa bersalah, tetapi aneh anak iu mengejar saya.
“Ibuu. ini kembaliannya, harganya hanya Rp.10.000 untuk 4 pasang”. sambil menyodorkan uang kembaliannya.

Karena saya takut menyinggung lagi perasaan anak itu maka saya ambil kembaliannya sambil berkata. “kan harganya Rp. 10.000 untuk 2 pasang?”
“Itu harga awal yang saya tawarkan  tetapi  sudah saya kurangi sendiri menjadi Rp.5000 untuk 2 pasang”
“Oh,  terima kasih ya..sekali lagi salam sama ibumu ya nak”. Saya mengirim salam  kepada ibunya sebanyak 2 kali karena sesungguhnya ibunyalah yang sangat hebat mengajarkan akhlak mulia kepada anaknya ini.
Kejadian hari itu mengingatkan saya kepada orang-orang dewasa yang telah bekerja baik sebagai karyawan, pegawai negeri maupun yang hanya bekerja sebagai buruh, bahwa begitu banyak diantara mereka yang masih sulit merubah pola pikirnya tentang pekerjaan mereka, bahwa sesungguhnya bekerja itu adalah merupakan usaha menegakkan harga diri.
Orang-orang yang bekerja keras baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarganya sesungguhnya adalah orang-orang yang memiliki harga diri. jika kita ingin dihargai dijadikan tauladan atau contoh bagi keluarga maupun orang lain maka bekerja adalah salah satu sarananya, tidak perduli apa jenis pekerjaan kita.
Fenomena yang ada sekarang adalah begitu banyak pegawai, karyawan bahkan guru yang tidak memiliki pandangan itu. Mereka begitu gampangnya meninggalkan tugas, kewajiban dan tanggung jawabnya demi urusan pribadi yang tidak terlalu penting.
Dan akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah swt agar kita senantiasa diberi kesadaran untuk melaksanakan segala tanggung jawab kita, menunaikan kewajiban kita sebagai amanah dan diberi keteguhan hati untuk terus istiqamah dalam menjalankannya. 
Aamin ya rabbal alamin.


0 komentar:

Posting Komentar