Kamis, 24 November 2016

BANGGA JADI GURU


Hari ini tanggal 25 November 2016 adalah peringatan hari Guru Nasional yang ke-22. Di Indonesia hari guru bertepatan dengan peringatan hari PGRI.

PGRI sebagai organisasi guru tertua di Indonesia yang lahir 100 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yaitu lebih tepatnya pada  tanggal 25 November 1945. Melalui Kongres di Surakarta pada waktu itu telah mempersatukan seluruh  kelompok dan organisasi guru. Sehingga tidak ada lagi organisasi dan kelompok guru yang memiliki latar belakang yang berbeda. Semuanya berkumpul dan bersatu dalam satu naungan yaitu PGRI.


Maka untuk menghormati perjuangan para guru yang telah aktif berjuang bersama mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia melalui wadahnya PGRI,  maka pada tahun 1944, Pemerintah menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November melalui Keputusan Presiden nomor 78 tahun 1994 sebagai hari Guru Nasional

Sekalipun hari Guru Nasional ini bukan hari libur resmi namun tetap dirayakan. Biasanya dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian penghargaan atau tanda jasa kepada guru.

Guru.yah..itulah profesiku.
Beberapa puluh tahun silam, aku telah menyandang predikat itu. Tepatnya awal tahun 1984, setahun setelah tamat SMA. Untuk pertama kalinya aku masuk kelas, berdiri tanpa ragu dihadapan murid-murid yang usianya hanya terpaut 3 – 4 tahun saja denganku.

Awalnya mereka meragukan kemampuanku, “guru itu terlalu muda bagi kita”.  Bisik-bisik terdengar dalam ruangan.
‘Itu bukan guru, barangkali dia hanya mau praktek mengajar” terdengar suara lain di sudut sana.
“Assalamu alaikum..adik-adik, perkenalkan aku adalah guru baru kalian yang akan mengajar mata pelajaran Fisika” kataku sedikit lantang, Mereka tersentak lalu menunduk malu atau mungkin takut.
“Nah, dapat de” kataku dalam hati.  Itulah awal perjumpaanku dengan mereka, murid-muridku.
Beberapa hari kemudian, mereka menjadi akrab denganku, mungkin karena perbedaan usia yang tidak terlalu jauh itulah yang menjadi penyebabnya.
Dan tahun itu adalah titik balik dalam kehidupanku sebagai guru. Profesi yang kujalani hingga detik ini.
Menjadi guru sukarela di sekolah swasta dengan gaji suka-suka pernah kualami. Menjadi guru di desa terpencil tanpa listrik juga pernah kujalani.
Aku bangga menjadi guru.


Banyak hal yang telah kudapatkan dari profesiku ini. Murid-muridku yang setiap tahun berganti wajah. Berganti perangai dan berganti pula latar belakangnya.
Ada murid yang santun, sedikit bandel, ada pula murid yang manis, sopan tapi tidak sedikit juga yang jahil.

Mereka datang silih berganti. Tahun ini tamat, tahun berikutnya akan datang wajah baru.
Tanpa sengaja kami bertumbuh bersama. Menjalani hari-hari bersama dengan segala cerita suka maupun duka. Yang kelak akan dikenang sebagai hari yang indah.
Maafkan kami guru-gurumu jika di masa lampau terkadang keras dalam mendidik, terkadang menghukum dengan amarah. Tetapi yakinlah, kami para guru melakukan itu dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang.

Kalian telah menjadi tinta emas yang menggores lukisan  indah dalam perjalanan hidupku. Kuucapkan ini sebagai rasa syukurku telah menjadi guru untuk kalian, semoga saja goresan-goresan yang kucatatkan dalam hidupmu telah menjadi lukisan indah pula.
Kalian adalah anak-anakku yang selalu menjadi penyemangat. Kalian alasanku untuk datang ke sekolah walau terkadang lelah.

Aku tidak pernah meminta apa-apa kepada kalian, muridku!
Cukuplah kalian menjadi manusia yang lebih baik dari waktu kewaktu.
Karena jika kalian baik maka generasi selanjutnya juga akan baik  

Aku guru yang telah ditempah menjadi guru oleh guruku.

Mereka yang telah mengukir pahatan-pahatan indah dalam hidupku. Sejak pertama kali mengeja huruf demi huruf hingga mampu merangkai kata demi kata lalu tercipta satu kalimat.
Tiada yang dapat dengan sabar melakukannya selain dirimu, wahai guruku.
Maafkan diriku yang pernah lalai dengan perintahmu, yang telah mengacuhkan nasehatmu.

Terima kasih atas semua jasamu. Tanpamu, pena tak akan pernah terasah, kertas tak akan pernah tertulis.
Kini aku berdiri di sini.
Meneruskan citamu, mengajarkan dan menularkan kebaikan.

Selamat hari Guru Nasional

0 komentar:

Posting Komentar